Skip to Content

Rabies tak lagi jadi "Silent Killer"

Deteksi cepat menggunakan qPCR
April 13, 2026 by
Rabies tak lagi jadi "Silent Killer"
Yunita Astrina

Rabies masih menjadi salah satu penyakit zoonosis yang menjadi perhatian serius di Indonesia. Beberapa daerah di Indonesia masih melaporkan kasus rabies pada manusia maupun hewan setiap tahunnya, terutama akibat gigitan anjing yang terinfeksi virus rabies. Dalam Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/508/2025 oleh Kemenkes, terdapat 26 provinsi dari 38 provinsi yang teridentifikasi sebagai daerah endemis rabies. Kondisi ini menunjukkan bahwa upaya pengendalian dan deteksi dini masih sangat dibutuhkan. 
    Kasus rabies di Indonesia sering ditemukan di wilayah dengan populasi anjing yang tinggi dan program vaksinasi yang belum optimal. Beberapa laporan kesehatan masyarakat menunjukkan bahwa rabies masih menjadi ancaman nyata terutama di wilayah pedesaan dan kepulauan. 
    Rabies sendiri merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dari genus Lyssavirus yang menyerang sistem saraf pusat manusia dan hewan. Virus ini biasanya ditularkan melalui gigitan hewan yang terinfeksi, seperti anjing, kucing, atau hewan liar. Setelah virus masuk ke dalam tubuh, virus akan bergerak melalui sistem saraf hingga mencapai otak. Dalam berbagai kajian ilmiah, Ecosains Hayati menekankan bahwa rabies memiliki tingkat fatalitas yang sangat tinggi apabila gejala klinis sudah muncul. Berikut mekanisme terjadinya rabies dan pendeteksian menggunakan qpcr:


   
 Gejala rabies pada manusia biasanya diawali dengan demam, sakit kepala, serta rasa nyeri atau kesemutan pada lokasi gigitan. Seiring perkembangan penyakit, penderita dapat mengalami hidrofobia, kejang, perubahan perilaku, hingga kelumpuhan. Oleh karena itu, Ecosains Hayati terus mendorong pentingnya diagnosis dini serta tindakan medis segera setelah terjadi gigitan hewan yang dicurigai terinfeksi rabies.
    Salah satu metode diagnosis modern yang saat ini banyak digunakan dalam penelitian dan pengujian virus rabies adalah Real-Time PCR (qPCR). Metode ini memungkinkan deteksi materi genetik virus secara cepat dan sensitif. Dalam beberapa proyek laboratorium yang didukung oleh Ecosains Hayati, teknik Real-Time PCR terbukti mampu memberikan hasil yang akurat dalam mendeteksi keberadaan virus rabies pada sampel biologis.
    Dalam pengujian molekuler tersebut, penggunaan instrumen yang tepat menjadi faktor penting untuk mendapatkan hasil analisis yang optimal. Salah satu perangkat yang digunakan adalah PCR Max Cole Parmer, sebuah sistem Real-Time PCR yang dirancang untuk memberikan stabilitas suhu dan deteksi fluoresensi yang presisi. Penggunaan teknologi ini juga menjadi bagian dari solusi laboratorium yang diperkenalkan oleh Ecosains Hayati untuk mendukung pengujian patogen secara lebih efektif.
    Sebagai penyedia solusi ilmiah dan laboratorium, Ecosains Hayati menghadirkan berbagai produk dan layanan yang mendukung penelitian di bidang biologi molekuler, kesehatan, dan lingkungan. Melalui penyediaan alat laboratorium modern, reagen berkualitas, serta dukungan teknis profesional, Ecosains Hayati membantu para peneliti dan institusi dalam melakukan pengujian yang lebih akurat dan terpercaya.
    Selain menyediakan produk, Ecosains Hayati juga aktif dalam memberikan edukasi ilmiah mengenai teknologi diagnostik terbaru, termasuk penggunaan Real-Time PCR dalam mendeteksi penyakit zoonosis seperti rabies. Dengan pendekatan ilmiah dan berbasis data, Ecosains Hayati berkomitmen untuk mendukung peningkatan kapasitas laboratorium di Indonesia.
    Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya deteksi penyakit secara dini, Ecosains Hayati juga mendorong kolaborasi antara akademisi, laboratorium, dan institusi kesehatan. Dengan memanfaatkan teknologi seperti PCR Max Cole Parmer, proses identifikasi virus rabies dapat dilakukan dengan lebih cepat sehingga langkah penanganan dapat segera diambil.
    Melalui inovasi produk, edukasi ilmiah, serta dukungan terhadap penelitian, Ecosains Hayati terus berupaya menjadi mitra terpercaya dalam pengembangan teknologi laboratorium di Indonesia. Kampanye kesadaran mengenai rabies dan pentingnya diagnostik modern yang didukung oleh Ecosains Hayati diharapkan dapat membantu meningkatkan kesiapsiagaan terhadap penyakit zoonosis serta memperkuat sistem kesehatan masyarakat di masa depan.



Superflu Mengintai, Berikut Cara Penanganan Terbaik
Pendeteksian akurat menggunakan VIUICK