"Advancing Water Microbiology Testing Aligning Regulation, Accreditation, and Innovation"
Forum Group Discussion

Pada hari Jumat, 13 Februari 2026, telah diselenggarakan kegiatan Forum Group Discussion dengan tema “Advancing Water Microbiology Testing: Aligning Regulation, Accreditation, and Innovation” di Hotel Mercure Gatot Subroto, Jakarta. Kegiatan ini menjadi wadah diskusi strategis yang mempertemukan pelaku industri, regulator, laboratorium pengujian, serta penyedia teknologi untuk membahas perkembangan terkini dalam pengujian mikrobiologi air, khususnya dalam aspek regulasi, akreditasi, dan inovasi teknologi.


    Acara dibuka secara resmi oleh Ibu Tita Saraswati, Direktur Utama PT Ecosains Hayati. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya kolaborasi antara regulator, laboratorium, dan penyedia teknologi guna memastikan kualitas pengujian mikrobiologi air yang andal, akurat, serta selaras dengan standar nasional dan internasional. Beliau juga menekankan bahwa transformasi teknologi harus diimbangi dengan kesiapan sistem mutu dan sumber daya manusia.  

    Sebagai keynote speaker, Dr. Wahyu Purbowasito (Deputi bidang Akreditasi, Badan Standardiasi Nasional) menyampaikan paparan mengenai urgensi penerapan teknologi terbarukan dalam mendukung pengujian mikrobiologi air. Beliau menjelaskan bahwa tantangan kualitas air yang semakin kompleks menuntut metode pengujian yang lebih cepat, sensitif, dan efisien. Pemanfaatan teknologi otomatisasi dan metode berbasis deteksi enzimatik dinilai mampu meningkatkan kecepatan pengambilan keputusan tanpa mengurangi akurasi dan validitas hasil uji.

Sesi 1: Strategi Akreditasi di Indonesia dan Implementasi ISO/IEC 17025:2017
    Pada sesi pertama, Ibu Efa Deswarni, M.Pi yang merupakan peneliti di Pusat Riset Teknologi Lingkungan dan Teknologi Bersih Organisasi Riset Energi dan manufaktur BRIN, membawakan materi mengenai strategi akreditasi di Indonesia dengan fokus pada implementasi ISO/IEC 17025:2017 dalam pengujian mikrobiologi.
Beberapa poin utama yang dibahas meliputi:
1. Kebutuhan ISO/IEC17025:2017 dibutuhkan dalam pengujian mikrobiologi
2. Implikasi penetapan metode baru terhadap dokumentasi dan sistem mutu
3. Proses pengajuan akreditasi ISO/IEC 17025 untuk metode mikrobiologi baru
4. Strategi menghadapi asesmen akreditasi



Sesi 2: Teknologi Otomatis dalam Pengujian Mikrobiologi oleh Brett Brewin
    Sesi kedua dilanjutkan oleh Brett Brewin, Scientific Affairs Manager EMEA at IDEXX Laboratories, Inc. yang memaparkan teknologi terbaru Idexx Tecta dalam pengujian mikrobiologi air secara otomatis. Teknologi Idexx Tecta menggunakan prinsip enzyme substrate pada cartridge-nya. Metode ini bekerja dengan mendeteksi aktivitas enzim spesifik yang dihasilkan oleh bakteri target. Ketika bakteri hadir dalam sampel, reaksi enzimatik akan terjadi dan dideteksi secara otomatis oleh sistem.
    Salah satu keunggulan utama teknologi ini adalah prinsip bahwa semakin banyak jumlah bakteri dalam sampel, maka waktu deteksi (time to detection) akan semakin cepat. Hal ini memungkinkan hasil diperoleh lebih dini dibandingkan metode konvensional.


    Setelah pemberian materi sesi 2, acara dilanjutkan dengan Panel Group Discussion sesi 1 yang dipandu oleh Bapak Riza Zamzami dan Ibu Roaslein Putri. Pada sesi ini terdapat berbagai pembahasan, diantaranya:
1. Tantangan dalam mengadopsi teknologi otomatis
2. Persyaratan validasi 
3. Persyaratan penerimaan dalam audit dan regulasi
    Pada sesi ini, peserta mendiskusikan tentang hambatan yang sering dihadapi dalam adopsi teknologi otomatis, kelebihan atau keunggulan menggunakan alat otomatis dalam pengujian air. Di sesi ini juga mengulik tentang pandangan auditor dan regulator dalam memandang metode baru.
    Sesi dilanjutkan dengan Panel Group Discussion Sesi 2, dimana pembahasan lebih dominan terkait isu kunci dalam validasi, kemudian kekhawatiran auditor dalam adopsi teknologi otomatis, serta adanya kesenjangan regulasi dan peluang untuk mendorong inovasi tanpa mengurangi jaminan mutu.
    Selama sesi panel discussion, pembahasan berlangsung sangat antusias. Peserta aktif mengajukan pertanyaan, berbagi pengalaman praktis, serta mendiskusikan studi kasus implementasi teknologi otomatis di berbagai laboratorium. Interaksi yang dinamis ini menunjukkan tingginya minat terhadap transformasi digital dalam pengujian mikrobiologi air.


     Sebagai penutup, acara diakhiri dengan sesi pemberian penghargaan kepada peserta terpilih serta pembagian doorprize. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antara regulasi, akreditasi, dan inovasi teknologi demi peningkatan kualitas pengujian mikrobiologi air di Indonesia. 
    PT Ecosains Hayati berharap acara ini dapat mewadahi para laboran, auditor, regulator, berbagai instansi yang melakukan pengujian kualitas air dalam menerima metode terbaru serta mendukung adanya teknologi terbaru di bidang mikrobiologi. 




 


S A L E S  T R A I N I N G
Business Discussion with Cole Parmer