Skip to Content

Zero Accident di Laboratorium: Strategi Penerapan K3 yang Praktis dan Terukur

Ecosains Hayati bersama AKA Caraka melakukan Webinar Penerapan K3 Laboratorium
May 26, 2026 by
Zero Accident di Laboratorium: Strategi Penerapan K3 yang Praktis dan Terukur
Yunita Astrina


Ecosains Hayati bersama AKA Caraka menyelenggarakan webinar bertemakan  “Zero Accident di Laboratorium: Strategi Penerapan K3 yang Praktis dan Terukur” pada Rabu, 6 Mei 2026 melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini diikuti oleh 53 peserta yang berasal dari kalangan laboran, mahasiswa analis kesehatan, dosen, hingga praktisi laboratorium dari berbagai institusi.

​Dalam kegiatan ini, Ecosains Hayati mengangkat pentingnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebagai bagian dari budaya kerja di laboratorium. Tidak hanya sebatas aturan tertulis, penerapan K3 dinilai harus menjadi kebiasaan yang dilakukan secara konsisten oleh seluruh personel laboratorium untuk meminimalkan risiko kecelakaan kerja maupun paparan bahaya selama aktivitas berlangsung.

​Acara dibuka dengan pemaparan materi dari Bapak Safebtarsa, M.Si mengenai Fundamental K3 Laboratorium dan Implementasi di Laboratorium Pendidikan. Dalam sesi tersebut, peserta diajak memahami kembali dasar-dasar K3 laboratorium, mulai dari identifikasi potensi bahaya, penggunaan APD yang tepat, hingga pentingnya memahami prosedur kerja sebelum melakukan praktikum maupun pengujian.

​Menurut beliau, masih banyak kecelakaan kerja di laboratorium yang sebenarnya dapat dicegah melalui langkah sederhana, seperti pengecekan alat sebelum digunakan, penyimpanan bahan kimia yang sesuai, dan kepatuhan terhadap SOP. Materi ini mendapat perhatian cukup besar dari peserta karena sangat dekat dengan aktivitas laboratorium sehari-hari.

​Sesi berikutnya disampaikan oleh Ibu Imelda Husdiani, S.T., M.Kes dengan topik “Strategi Mewujudkan Zero Accident di Laboratorium”. Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa konsep zero accident bukan hanya slogan, tetapi target yang dapat dicapai apabila ada komitmen bersama dalam menerapkan budaya keselamatan kerja.

​Beliau juga membagikan beberapa pengalaman terkait penerapan sistem K3 di laboratorium, termasuk pentingnya evaluasi rutin, pelaporan insiden kecil (near miss), serta pengelolaan limbah laboratorium yang sesuai prosedur. Materi yang disampaikan dinilai relevan oleh peserta karena banyak membahas kondisi nyata yang sering ditemui di lingkungan laboratorium pendidikan maupun laboratorium layanan.

​Webinar yang diselenggarakan oleh Ecosains Hayati ini berlangsung interaktif. Banyak peserta memanfaatkan sesi diskusi untuk bertanya terkait kendala penerapan SOP, penggunaan APD yang sering diabaikan, hingga cara meningkatkan kesadaran K3 di lingkungan kerja. Interaksi yang aktif menunjukkan bahwa isu keselamatan kerja laboratorium masih menjadi perhatian penting bagi para tenaga laboratorium saat ini.

​Melalui kegiatan ini, Ecosains Hayati berharap wawasan terkait penerapan K3 laboratorium dapat semakin meningkat, khususnya di kalangan pengguna laboratorium pendidikan dan pengujian. Ecosains Hayati juga menilai bahwa edukasi seperti ini perlu dilakukan secara berkelanjutan agar budaya kerja yang aman dan disiplin dapat terus terbentuk di lingkungan laboratorium Indonesia.

​Sebagai bagian dari komitmennya di bidang laboratorium dan edukasi ilmiah, Ecosains Hayati akan terus menghadirkan kegiatan yang relevan dengan kebutuhan tenaga laboratorium, baik melalui webinar, pelatihan, maupun diskusi ilmiah lainnya. Dengan penerapan K3 yang baik, Ecosains Hayati berharap tercipta lingkungan laboratorium yang lebih aman, profesional, dan minim risiko kecelakaan kerja.

Share this post