BAHAYANYA PENGARUH LOGAM TERHADAP IKAN

Sumber-sumber logam beracun pada perairan dapat berasal dari proses alamiah maupun akibat kegiatan manusia seperti pembuangan limbah industri atau pertambangan ke perairan terbuka. Terkadang sumber pencemaran logam beracun hanya berasal dari satu lokasi, tapi karena adanya pergerakan air sepanjang alur sungai atau arus dari satu perairan keperairan lainnya dapat menyebabkan meluaskan lokasi perairan yang tercemar.


Di beberapa perairan dengan tingkat pencemaran logam berbahaya yang tinggi, kadang-kadang ditemukanlokasi perairan yang sama sekali tidak ditemukan kehidupan hewan-hewan akuatik atau ikan. Perairan-perairan yang dekat dengan lokasi pertambangan, hunian yang padat serta pengolahan minyak bumi umumnya memiliki tingkat konsentrasi logam berbahaya yang tinggi diperairan sekitarnya.


Logam-logam berbahaya yang dibuang oleh industri dapat langsung masuk ke badan air atau yang berbentuk senyawa gas-gas dapat masuk keperairan melalui interaksi antara air udara atau melalui run-off air permukaan akibat hujan.


Logam-logam beracun dapat menyebabkan kematian atau efek-efek sublethal terhadap ikan. Banyak senyawa atau ion logam-logam beracun yang terakumulasi di dalam tubuh ikan terutama pada organ hati, ginjal, insang, jantung, limpa dan tulang. Bila diamati dengan menggunakan miskroskop, akan terlihat perubahan-perubahan patologis pada organ-organ tersebut apabila sampel ikan yang diperiksa merupakan ikan yang terpapar oleh logam-logam beracun. Analisis kuantitatif terhadap akumulasi kandungan logam-logam beracun pada tubuh ikan juga diperlukan untuk kegiatan diagnosis.

 Gambar 1. Rantai makan ikan

Selain itu, diperlukan juga analisis terhadap kondisi perairan terutama sedimen dasar perairan dan organisme yang merupakan sumber makanan bagiikan tersebut. Efek-efek sublethal (tidak sampai mematikan) akibat keracunan logam lebih sulit untuk di diagnosis. Akumulasi logam-logam berbahaya pada jaringan tubuh ikan mungkin telah mencapai batas berbahaya tetapi belum menyebabkan kematian pada ikan.


Analisa kualitas air untuk menguji komponen-komponen logam berbahaya sangat penting untuk mengetahui secara kuantitatif tingkat toksisitas logam berbahaya terhadap ikan. Hubungan antara kesadahan air dan pH terhadap tingkat toksisitas telah banyak dipelajari dan dipublikasikan. Selain itu perlu juga dilakukan pengujian terhadap pengaruh faktor-faktor kualitas air lainnya seperti alkalinitas, kandungan bahan/material terlarut dan lain-lainnya.


Prime Lab 2.0 dari Water I.D hadir dengan sebagai solusi instrument pengukuran dari berbagai macam parameter kimia air dari ammonia, nitrat, nitrit, dan senyawa logam. Dimana terdapat sekitar 198 program parameter air tersimpan yang dapat digunakan dengan mudah dan hasilnya sangat presisi. Pemantaun senyawa logam pada lingkungan perairan hanya cukup membawa satu alat saja yaitu Prime lab 2.0 kita dapat mengukur seluruh parameter air yang dibutuhkan, serta bentuknya yang kecil dan kompak sangat mudah untuk dibawa kemana-mana.

Gambar 2. Prime Lab 2.0