PENTINGNYA PEMANTAUAN KUALITAS AIR LIMBAH PADA FASILITAS KESEHATAN RUMAH SAKIT

Air limbah yang dihasilkan oleh kegiatan rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan yang lain merupakan salah satu sumber pencemaran air yang sangat potensial karena mengandung senyawa organik yang cukup tinggi, serta senyawa kimia lain yang berbahaya serta mikroorganisme patogen yang berbahaya bagi kesehatan. Oleh karena itu air limbah tersebut harus dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan masalah bagi lingkungan maupun masalah kesehatan masyarakat.

Dari hasil analisa kimia terhadap berberapa contoh air limbah rumah sakit yang ada di DKI Jakarta menunjukkan bahwa konsentrasi senyawa pencemar sangat bervariasi misalnya, BOD 31,52 - 675,33 mg/l, ammoniak 10,79 - 158,73 mg/l, deterjen (MBAS) 1,66 - 9,79 mg/l. Secara lengkap karakteristik air limbah rumah sakit dapat dilihat pada Tabel 1.1. Dari tabel tersebut terlihat bahwa air limbah rumah sakit jika tidak diolah sangat berpotensi untuk mencemari lingkungan.

Tabel 1.1 : Contoh Karakteristik Air Limbah Rumah Sakit di DKI Jakarta.

No.

PARAMETER

MINIMUM

MAKSIMUM

RATA-RATA

1

 BOD - mg/l

31,52

675,33

353,43

2

COD - mg/l

46,62

1183,4

615,01

3

Ammoniak (NH3) - mg/l

10,79

158,73

84,76

4

Nitrit (NO2) mg/l

0,013

0,274

0,1435

5

Nitrat (NO3) mg/l

2,25

8,91

5,58

6

Khlorida (Cl-) mg/l

29,74

103,73

66,735

7

Sulfat (SO4) mg/l

81,3

120,6

100,96

8

pH

4,92

8,99

6,96

9

Deterjen (MBAS) - mg/l

1,66

9,79

5,725

10

Minyal/lemak - mg/l

1

125

63

11

Cadmium (Cd) - mg/l

ttd

0,016

0,008

12

Timbal (Pb)

0,002

0,04

0,021

13

Tembaga (Cu) - mg/l

ttd

0,49

0,245

14

Besi (Fe) - mg/l

0,19

70

35,1

15

Phenol - mg/l

0,04

0,63

0,335


Sumber : PD PAL JAYA 1995.

Oleh karena potensi dampak terhadap lingkungan maupun kesehatan masyarakat sangat besar, Maka sangat penting untuk pemantauan dan  monitoring air limbah secara rutin yang mengacu baku mutu air limbah mengacu pada Keputusan Menteri Negara Hidup No.58 Tahun1995 tanggal 21 Desember 1995 tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan Rumah Sakit. Berdasarkan ketentuan tersebut maka diperlukan suatu instrument yang mendukung untuk memonitoring kualitas air limbah sehingga aman sebelum dibuang ke lingkungan.

Prime Lab 2.0 dari Water I.D hadir dengan sebagai solusi instrument pengukuran dari berbagai macam parameter kimia air dari ammonia, nitrat, nitrit, dsb. Dimana terdapat sekitar 198 program parameter air tersimpan yang dapat digunakan dengan mudah dan hasilnya sangat presisi. Cukup membawa satu alat saja yaitu Prime lab 2.0 kita dapat mengukur seluruh parameter air yang dibutuhkan, serta bentuknya yang kecil dan kompak sangat mudah untuk dibawa kemana-mana.

Gambar 1. Prime Lab 2.0

Cukup menggunakan Prime lab 2.0 dengan programnya yang sangat lengkap untuk seluruh parameter air serta keungggulan lainnya, alat ini akan sangat membantu para penyedia pelayanan Kesehatan untuk memudahkan dalam memonitoring rutin kualitas air limbah mereka.