TECTA-PDS Salah satu cara untuk deteksi  E.coli & Colifrom

Coliform adalah bakteri gram negatif berbentuk batang bersifat anaerob atau fakultatif anaerob, tidak membentuk spora, dan dapat memfermentasi laktosa untuk menghasilkan asam dan gas pada suhu 35°C-37°C (Knechtges, 2011). Golongan bakteri Coliform adalah Citrobacter, Enterobacter, Escherichia coli, dan Klebsiella (Batt, 2014). Bakteri Coliform adalah golongan bakteri intestinal yaitu hidup di dalam saluran pencernaan manusia (Treyens, 2009). Penggolongan bakteri Coliform dan sifat-sifatnya, dibagi menjadi dua yaitu Coliform fekal diantaranya bakteri Escherichia coli berasal dari tinja manusia. Coliform non fekal diantaranya Aerobacter dan Klebsiella yang bukan berasal dari tinja manusia, melainkan berasal dari hewan/tanaman yang sudah mati (Suriaman, 2008). Bakteri Coliform termasuk flora normal usus besar manusia dan hewan berdarah panas, tidak berbahaya namun ada beberapa strain yang patogen pada manusia maupun hewan. Adanya bakteri Coliform dalam air menunjukan air terkontaminasi oleh tinja yang bersifat patogen di dalam usus, sehingga tidak layak untuk dikonsumsi (Sopacua. dkk., 2013). 

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 416/MEN. KES/PER/IX/1990, Air bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang kualitasnya harus memenuhi syarat kesehatan dan dapat diminum apabila telah di masak. Syarat air bersih yaitu tidak berasa, tidak berbau, dan tidak berwarna bebas dari cemaran kimia seperti logam berat, dan mikrobologi. Cemaran mikrobiologi yaitu air yang digunakan sebagai air bersih harus terbebas dari keberadaan kontaminasi Coliform. Standar air bersih yang diizinkan adalah untuk air perpipaan adalah 10/100ml air, sedangkan air bukan perpipaan adalah 50/100 ml air (PERMENKES RI, 1990).

Air minum yang terkontaminasi Coliform akan mengakibatkan gangguan kesehatan pada konsumen. Coliform dapat menyebabkan infeksi pada saluran pencernaan seperti mual, muntah dan diare. Total Coliform pada air merupakan indikasi keberadaan bakteri pathogen yang menimbulkan penyakit gastroenteritis (Isnawati, 2012).Berdasarkan data statistic dari Kementerian Kesehatan bahwa Diare termasuk kejadian luar biasa di beberapa tahun belakangan ini, berikut saya lampirkan data informasi yang saya kutip dari kementerian Kesehatan RI ,yaitu :


Mengacu pada data tersebut, permasalahan penyakit diare ini tidak dapat dianggap remeh sebab dapat berdampak kematian cukup besar jika dibiarkan. Dengan demikian Pemerintah harus memperhatikan betul kualitas sumber air bersih untuk masyarakyat-nya. Ketersediaan air bersih di Indonesia harus selalu teruji kualitasnya. 
Sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan mengenai syarat air bersih. Maka sudah seharunya setiap wilayah di Indonesia memiliki Laboratorium pengujian kualitas air yang memadai. Salah satu yang dapat di perhatikan Pemerintah adalah ketersediaan teknologi pengujian mikroba yang mumpuni mengikuti perkembangan zaman yang memperhatikan ketepatan analisisnya. 

Tecta-PDS merupakan salah satu solusi teknologi terbarukan untuk pendeteksian kualitas air. Tecta PDS adalah alat untuk mendeteksi bakteri (E.coli dan coliform) dengan menggunakan sistem enzimatis yang didalam alatnya terdapat mini spektro sebagai alat ukur sehingga menghasilkan hasil akhir berupa satuan CFU/mL. Secara teknis, pada alat Tecta PDS didalamnya sudah terdapat incubator dan menggunakan catridge sebagai barang habis pakai, dimana di dalam catridge tersebut terdapat substrat enzim sebagai makanan bakterinya. Penggunaan tecta pds ini juga tidak memerlukan preparasi sehingga sampel berbentuk air bisa langsung dimasukkan kedalam catrdige-nya saja, kemudian catridge tinggal dimasukkan kedalam alat dan nanti hasilnya keluar pada layar. Lama pengerjaan / pembacaan pada alat ini sekitar 2-16 jam tergantung dengan banyaknya cemaran bakteri yang ada , untuk satu alat ada yang dapat menampung 4 sampel (Tecta PDS B4) dan adapula yang dapat menampung 16 sampel (Tecta PDS B16). 

Tecta-PDS menjawab kegundahan para analis di laboratorium. Dengan Tecta PDS, tidak perlu lagi melakukan pengujian kualitas air atau pengecekkan bakteri Colifrom ini menggunakan cara manual dan menunggu berhari-hari, tidak lagi membuat susah diri untuk berulang kali membuat media pembiakkan bakteri colifrom ini, kemudian memasukkannya ke dalam inkubator dan sebagainya. Cukup dengan larutan (air) yang ingin diuji, masukkan ke alat dan selesai dengan mudah kita dapat membaca hasil tercemar atau tidaknya air tersebut, tidak hanya kualitatif namun alat ini juga dapat memberikan informasi secara kuantitatif keberadaan bakteri colifrom dalam air tersebut.