Superflu Mengintai, Berikut Cara Penanganan Terbaik
Pendeteksian akurat menggunakan VIUICK

Baru-baru ini, Superflu menjadi perhatian masyarakat Indonesia karena potensi ancaman kesehatannya. Superflu H3N2 telah menjadi perhatian global sebagai ancaman kesehatan terbaru yang perlu diwaspadai. Virus ini merupakan bagian dari keluarga besar virus influenza yang terus berkembang dan berpotensi menyebabkan wabah. Kementerian Kesehatan memaparkan penemuan terbaru dari jenis influenza, varian Influenza A (H3N2) Subclade K yang dikenal dengan sebutan Superflu. (www.beritasatu.com)



Baru dengar, apa itu Superflu?
Superflu bukanlah istilah medis baru, namun penggunaan kata "super" diambil karena tingkat penularannya lebih tinggi dibandingkan flu biasa.  Subclade ini merupakan hasil mutasi dan reassortment genetik yang kompleks, membuatnya sulit untuk diprediksi dan dikendalikan. (www.beritasatu.com)

Beberapa karakteristik kunci dari Superflu H3N2 Subclade K meliputi:
        - Kemampuan penularan yang tinggi
        - Gejala yang lebih parah dibandingkan dengan strain sebelumnya
        - Potensi resistensi terhadap obat antivirus tertentu

Kasus Superflu di Indonesia
Sebelum masuk ke Indonesia, Superflu sudah melonjak di wilayah India Utara, diperkirakan 69% total rumah tangga di daerah tersebut, setidaknya satu orang mengidap H3N2 (news.detik.com).  Di Indonesia, saat ini sudah ditemukan sebanyak 74 kasus di 13 provinsi, dengan temuan terbanyak di wilayah Kalimantan Selatan dan Jawa Timur. Direktur Penyakit Menular Kemenkes dr Prima Yosephine memaparkan, super flu di Indonesia dalam kondisi terkendali (www.tribunnews.com)

Gejala Superflu vs Flu Biasa
dilansir dari bblabkesmarmakassar.go.id, perbedaan Superflu dan Flu biasa tidak bisa dibedakan secara fisik, karena gejalanya sangat mirip dengan flu pada umumnya. Gejala yang biasa dirasakan pasien superflu seperti demam tinggi, batuk dan pilek, sakit tenggorokan, nyeri otot dan tubuh terasa sangat lemas. Virus ini menular melalui percikan udara (droplet) ketika orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara.

Bagaimana penanganan terbaik?
Kemenkes RI memaparkan bahwa akan memperkuat surveilans, pelaporan, dan kewaspadaan untuk memantau perkembangan penyebaran H3N2 di Indonesia. Salah satu bentuk perkuatan surveilans ini melalui pendeteksian yang lebih cepat menggunakan metode RT-PCR. Viuick H3 PCR Test Kit dirancang secara khusus untuk mencakup dan mengidentifikasi strain mutan A(H3N2) Subclade K, sehingga menjamin sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi untuk keperluan pengujian klinis dan epidemiologis. Produk ini menyediakan sarana diagnostik yang andal bagi fasilitas pelayanan kesehatan garis depan untuk merespons wabah secara cepat dan tepat. 

PT Ecosains Hayati mendukung KEMENKES RI dalam pemantauan dan percepatan pendeteksian Superflu varian H3N2. Virus ini harus secepatnya ditanggulangi supaya tidak menimbulkan efek yang lebih parah dan serius.


Sumber:
https://www.beritasatu.com/lifestyle/2956066/superflu-masuk-indonesia-ini-fakta-varian-influenza-a-h3n2-subclade-k

https://news.detik.com/dw/d-8136306/india-utara-dilanda-lonjakan-kasus-virus-h3n2-apa-gejalanya

https://www.tribunnews.com/nasional/7781855/super-flu-di-indonesia-sudah-lewati-puncaknya-total-74-kasus-yang-terdeteksi-di-13-provinsi

https://www.kemkes.go.id/id/kemenkes-pastikan-influenza-ah3n2-subclade-k-tidak-lebih-parah-situasi-nasional-terkendali

https://bblabkesmasmakassar.go.id/superflu-influenza-h3n2-gejala-kasus-pencegahan/#mengapa-kasus-ini-disebut-superflu






Ramai Diklaim Menyembuhkan Penyakit, Seberapa Aman Air Sinkhole Dikonsumsi?
Analisis keamanan air alami yang belum melalui uji laboratorium