PT Ecosains Hayati melalui kolaborasi bersama Fakultas Kedokteran Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya melakukan workshop bertema "Basic Genomic & Transcriptomic Workshop: From DNA/RNA Extraction to PCR Analysis". Kegiatan ini merupakan bagian dari program edukasi Ecosmartlab Training Center PT Ecosains Hayati. Kegiatan ini fokus pada pemahaman genomik peserta mulai dari level dasar hingga level pemahaman dan analisis hasil PCR.
Pada hari pertama, dengan sub tema "Fundamentals of Genomic DNA Isolation and Quality Assessment", pelatihan difasilitasi oleh dr. Sem Samuel Surja di Ruang D-109, Biologi Molekuler dan BSL2. Peserta mempelajari prinsip ekstraksi DNA serta metode silica-based spin column yang umum digunakan di laboratorium. Setelah praktik, dilakukan pengukuran konsentrasi dan kemurnian DNA menggunakan nanospektrofotometer.
Pada hari kedua, Ibu DR. ITA MARGARETHA NAINGGOLAN, S.SI., M. BIOMED membahas tentang RNA Extraction dengan sub tema "Transcriptomic Workflow: From RNA Extraction to cDNA Synthesis". Proses diawali dengan pengambilan sampel
darah vena menggunakan tabung khusus yang
mengandung antikoagulan (EDTA) untuk
mencegah pembekuan darah. kemudian dilakukan RT-PCR (Reverse-Transcriptase PCR) dimana
Sintesis cDNA dimulai dengan pencampuran RNA template dan primer (oligo-dT, random hexamer, atau gene-specific), lalu dipanaskan untuk membuka struktur sekunder RNA. Campuran reaksi berisi reverse transcriptase, dNTP, buffer, dan RNase inhibitor ditambahkan untuk membentuk cDNA yang stabil.

Pada hari ketiga, peserta melakukan Hands-on PCR bersama dr. Daniel Edbert, M.Ked.Klin., Sp.MKdengan sub tema "Amplification Strategies: PCR of Genomic DNA and cDNA".
Peserta memulai sesi dengan review hasil isolasi dan sintesis cDNA,
termasuk tahapan DNAse treatment serta proses reverse transcription
dalam mengubah RNA menjadi cDNA sebagai template PCR. Selanjutnya,
peserta mempelajari prinsip dasar PCR, strategi desain primer yang
spesifik, optimasi suhu annealing, serta praktik amplifikasi menggunakan
gDNA dan cDNA sebagai perbandingan.

Pada hari ke-empat, peserta melakukan praktik elektrophoresis dengan tema "Gel Electrophoresis and Bioinformatic Analysis of PCR Products" bersama Bapak Ferbian Milas Siswanto, Ph.D, dosen di UNIKA Atma Jaya. Dalam praktik laboratorium, peserta belajar menyiapkan gel agarosa 2% yang dilarutkan dalam buffer TAE atau TBE, ditambahkan SYBR Green sebagai loading dye, dan dituangkan ke cetakan gel untuk memadat. Proses elektroforesis kemudian dilakukan dengan menempatkan gel dalam chamber berisi buffer, memasukkan sampel PCR bersama marker ke sumur gel, dan mengalirkan arus listrik sehingga fragmen DNA bermuatan negatif bergerak menuju elektroda positif. Fragmen yang lebih kecil bergerak lebih cepat, memungkinkan pemisahan DNA berdasarkan ukuran. Setelah proses selesai, gel divisualisasikan menggunakan UV atau blue light transilluminator, dan pita DNA dibandingkan dengan marker untuk menentukan ukuran serta keberhasilan amplifikasi.

Workshop ini memberikan pemahaman teoritis dan keterampilan praktis kepada peserta, termasuk prinsip kerja arus listrik, faktor-faktor yang memengaruhi kualitas hasil, serta interpretasi data PCR. PT Ecosains Hayati menekankan pentingnya teknik elektroforesis yang tepat dalam mendukung analisis molekuler yang akurat, sehingga peserta mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan tersebut secara mandiri di laboratorium.